4:25 PM
1
Jakarta - Air cucian beras (tajin) ternyata bisa membantu penanganan pasien Demam Berdarah Dengue (DBD). Selain air tajin, segala bentuk larutan elektrolit bisa membantu kecukupan cairan pada pasien DBD. Hal ini sesuai dengan petunjuk penanganan pasien DBD di rumah yang dikeluarkan Organisasi Kesehatan Dunia WHO pada 2011.

"Konsepnya adalah mengganti cairan plasma darah yang keluar saat infeksi virus dengue. Plasma tidak hanya mengandung air biasa tapi juga gula dan eletrolit. Cairan pengganti harus memiliki komponen tersebut salah satunya air tajin," kata dokter spesialis penyakit tropik-infeksi Dr dr Leonard Nainggolan SpPD-KPTI dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Rabu (13/02/2019).

Cairan elektrolit, salah satunya air tajin, sebaiknya diberikan saat pasien dicurigai terinfeksi DBD. Hal ini ditandai dengan suhu tubuh yang naik tiba-tiba selama 2-7 hari, pusing dan sakit kepala, mual kadang muntah, dan sakit perut. Kecurigaan makin kuat bila ada orang di sekitar pasien yang juge mengalami DBD.

Keluarnya cairan plasma merupakan hasil kerja virus dengue di tubuh pasien. Virus menyebabkan celah pada pembuluh kapiler melebar hingga bisa dilewati komponen gula dan elektrolit. Infeksi virus dengue menyebabkan tubuh belum terasa lebih baik meski kadang demam mulai menyingkir.

Menurut Leonard, cairan elektrolit salah satunya air tajin bisa diberikan semaksimal mungkin bergantung kemampuan pasien. Contoh larutan eletrolit lain adalah oralit atau teh manis hangat yang diberi garam. Pemberian elektrolit bisa diselingi dengan jus buah sesuai selera pasien. Selain minum elektrolit, pasien juga harus berkonsultasi ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

sumber: healthdetik.com
Terima Kasih Telah Berkunjung
Judul: Bukan Hoax, Air Cucian Beras Bisa Bantu Atasi DBD
DiPosting kembali Oleh Owner

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan share kepada sahabat anda.
Daftarkan Email anda di pojok kanan bawah jika anda ingin mendapatkan kiriman artikel terbaru secara otmatis ke email anda.

1 comments: