6:39 PM
0

Meskipun dilarang maraton atau melakukan olah raga berat lainnya, ibu hamil tetap disarankan melakukan latihan-latihan ringan saat hamil. Namun tentunya sebelum melakukan harus konsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan ibu hamil. Karena rekomendasi bentuk latihan akan berbeda pada ibu hamil, kondisi ini bergantung pada tingkat kehamilan.

Namun ibu tak perlu ragu untuk melakukan latihan fisik. Latihan fisik memberikan manfaat besar bagi ibu dan janin antara lain, tubuh merasa lebih baik. Pada saat hamil hormon dalam tubuh berubah, namun olah raga dapat meningkatkan energi ibu hamil juga kemampuan anda untuk mengontrol emosi jadi lebih baik. Bukan saja membuat ibu hamil merasa lebih baik, relaksasi endorphin, zat kimia alami aktif yang ada di otak, saat berolah raga juga memberikan manfaat lain seperti: memnguatkan otot, mengurangi konstipasi, membuat tidur lebih baik, dan mengurangi rasa gelisah di malam hari.

Selain secara fisik, latihan teratur saat hamil juga dapat berefek pada kecantikan. Latihan dapat melancarkan peredaran darah ke kulit sehingga membuat anda terlihat sehat dan berseri.

Jika ibu hamil rajin melakukan latihan fisik, akan memperlancar proses kelahiran dengan memperkuat otot dan daya tahan tubuh yang besar. Saat setelah melahirkan, kecemasan akan postur tubuh tak akan menghantui. Olahraga selama kehamilan akan membantu tubuh kembali ke bentuk semula lebih cepat. Namun perlu ditegaskan bahwa olah raga saat hamil tidak bertujuan untuk menurunkan berat badan tapi untuk memepertahankan tingkat kebugaran selama hamil.

Beberapa penelitian menunjukan,ibu hamil yang melakukan olah raga dapat menurunkan resiko gangguan kompilasi seperti preeklamsia dan gestational diabetes.

Pada saat melakukan olah raga yang perlu diperhatikan adalah gerakan yang tidak menimbulkan bahaya bagi ibu dan bayi. Untuk itu sangat dianjurkan untuk ibu hamil menghindari olah raga yang dapat membuat jatuh atau terpeleset.

Department Kesahatan Layanan Manusia, Amerika Serikat merekomendasikan setidaknya olah raga 150 menit setiap minggu. Mulailah dengan gerakan yang olah raga ringan seperti berjalan.

Sebelum ibu melanjutkan latihan dengan intensitas yang lebih berat sangat disarankan untuk berbicara dengan dokter tentang latihan saat ibu sedang hamil. Diskusikan dulu dengan dokter untuk menentukan olahraga yang tepa Segera hentikan aktivitas olahraga jika muncul tanda-tanda sebagai berikut, tekanan darah tinggi, kontraksi awal, pendarahan pada vagina, pecah air ketuban atau kelainan prematur pada kehamilan sebelumnya, sulit bernafas, merasa sakit di punggung atau panggul, dan Palpitasi

Sementara sebelum melakukan olahraga ada hal-hal yang perlu diperhatikan terlebih dahulu yakni:



  • Lakukan pemanasan sebelum olah raga dan penenangan setelahnya.

  • Perhatikan gejala yang diberikan tubuh anda. Karena Detak jantung anda selama hamil meningkat sekitar 20%. Bila anda merasa lelah beristirahatlah. Jangan memaksakan diri anda.

  • Konsentrasikan pada otot-otot yang akan digunakan pada persalinan, seperti kaki, perut, panggul. Namun jangan kencangkan otot-otot tersebut pada saat yang sama.

  • Mulai secara bertahap. Bahkan 5 menit sehari adalah baik jika anda sudah tidak aktif. Tambahkan 5 menit setiap minggu hingga mencapai 30 menit.

  • Jalan adalah salah satu olahraga yang aman.

  • Gunakan pakaian dalam yang mendukung dan sepatu yang sesuai untuk anda yang membuat anda merasa nyaman dan tentu saja aman.


/cr1/kidshealth.org/itz(republika)
Terima Kasih Telah Berkunjung
Judul: Ibu Hamil Pun Perlu Olahraga
DiPosting kembali Oleh Owner

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan share kepada sahabat anda.
Daftarkan Email anda di pojok kanan bawah jika anda ingin mendapatkan kiriman artikel terbaru secara otmatis ke email anda.

0 comments:

Post a Comment