5:53 PM
0
Mungkin, ada sedikit kekhawatiran bila hendak mengajak bayi mungil Anda berpergian. Mungkin Anda berpikir betapa repotnya membawa si kecil. Bisa dimengerti, jika membawa bayi, pastilah perlengkapannya tak cukup satu tas saja. Popok, pakaian, selimut, ditambah botol-botol susu, termos, dsb. Belum lagi, kalau ia rewel karena lelah atau bosan. Selain itu, apakah baik masih bayi sudah diajak jalan-jalan jauh?

Memang, banyak orangtua yang beranggapan kurang baik bila mengajak bayi bepergian jauh, terutama jika usianya belum mencapai 40 hari. Entah itu karena alasan kesehatan seperti angin membuat bayi sakit, atau karena mitos bayi 'merah' kerap diincar makhluk halus. Menurut Dr. Lia Amalia J. Kusnadi, SpAK. Bayi sebenarnya tidak serapuh yang dibayangkan. Sejak dilahirkan, bayi memiliki kemampuan adaptasi dengan lingkungan barunya. Seperti diketahui, di rahim bayi dikitari air ketuban, begitu dilahirkan ia langsung berada di ruang tanpa air dengan suhu yang berubah-ubah. Dalam beberapa menit bayi langsung beradaptasi. Bahkan mampu menyesuaikan ketika diajak berpindah dari ruang rumah sakit pulang ke rumah.

Tak hanya itu, bayi juga memiliki kekebalan tubuh yang diwariskan ibunya melalui hormon yang akan bertahan pada masa-masa awal kelahirannya. "Karena itu, ibu tidak perlu khawatir bila hendak mengajak bayi pergi ke tempat yang jauh, misalnya ke luar kota," tegas dokter senior Rumah Sakit Ridwan Meureksa ini. Mengajak bayi bepergian, lanjut Lia, justru berpengaruh positif bagi perkembangan adaptasi bayi sejauh dalam batas yang wajar. Yang dimaksud batas yang wajar, kondisi bayi sehat, dan tidak memakan waktu berhari-hari di perjalanan sampai ke tujuan. Yang jelas, Lia menegaskan, orangtua harus benar-benar melihat kondisi bayi yang hendak dibawa, bagaimana memenuhi kebutuhannya, serta memastikan kenyamanan kendaraan yang akan digunakan. Bila itu semua dipenuhi, bayi akan nyaman di perjalanan.

Menyiapkan Perlengkapan Bayi
Ada beberapa hal penting yang sebaiknya dipersiapkan sebelum bepergian bersama si kecil. Diantaranya memeriksakan kesehatan bayi terlebih dahulu. Kemudian, pastikan semua obat-obatan yang biasa dikonsumsi bayi anda siapkan. Ini penting bila anda hendak melakukan perjalan jauh dan menginap untuk waktu tertentu. Selain itu, beberapa perlengkapan ini tak boleh Anda lupakan:

  • Tas perlengkapan bayi. Akan lebih baik bila tas ini yang dapat diubah sebagai alas bantalan untuk mengganti baju bayi, serta bersaku banyak sehingga Anda pun bisa menyimpan kunci mobil, sim, atau dompet anda di sana.
  • Popok dan pakaian. Berapa banyak yang perlu dibawa tergantung dari berapa lama Anda berpegian. Tapi saat ini ada banyak popok disposable yang lebih praktis. Anda tidak perlu menggati popok setiap kali si kecil pipis. Anda tetap perlu menggantinya bila popok sudah dikenakan lebih dari lima jam atau bayi buang air besar.
  • Lap popok. Lap popok ini bisa berupa tisu basah yang praktis digunakan, baik untuk membasuh tangan sebelum atau sudah menggantikan popok, atau untuk membersihkan tubuh bayi. Misal, setelah minum susu, makan, atau jika ia gumoh atau muntah. Pilih tisu yang aman, yakni yang tidak memiliki kandungan yang membahayakan untuk kulit bayi seperti, tidak mengandung alkohol atau pewangi.
  • Kantung plastik. Perlu disiapkan untuk menyimpan popok kotor atau baju kotor bayi.
    Botol air. Jika bayi Anda mau minum air tawar dari botol, maka ini adalah cara yang baik untuk mengisi perut bayi sementara waktu. Terutama bila tidak memungkinan untuk segera menyusui bayi. Bawalah beberapa botol bersih mengingat sulitnya mencuci botol secara hieginis di perjalanan.
  • Alas pundak. Kemungkinan bayi muntah atau mengeluarkan sesuatu dari mulutnya selalu ada. Alas pundak ini bisa digunakan saat Anda menggendongnya, menghindarkan baju basah serta aroma tak sedap.
  • Mainan bayi. Mainan bayi perlu dibawa, selain memberi rangsangan visual, bayi pun lebih tenang jika diberikan mainan tertentu.
  • Makanan bayi, jika bayi sudah mendapat makanan tambahan, makanan instan perlu disiapkan. Makanan segar hanya ketika baru meninggalkan rumah untuk 3 atau 5 jam ke depan. Selebihnya beri makanan instan, kecuali ada dapur atau restorasi dalam kendaraan. Jika beristirahat, upayakan bayi mendapat jus buah seperti jus jeruk, tomat, melon, pepaya, dsb. Siapkan pula makanan selingannya seperti craker.
  • Sebagian kebutuhan di atas harus disimpan di dalam mobil (bukan di bagasi) agar Anda mudah mengambilnya jika dibutuhkan sewaktu-waktu.


Membawa bayi bepergian, baiknya menggunakan kendaraan apa ya? Mobil pribadi sudah pasti bisa memberikan kenyamanan pada buah hati Anda. Namun, sebelumnya pastikan semua fasilitasnya normal. Cek semua alat sebelum bepergian agar tak terjadi kemacetan fungsi. Misalnya, selain berhubungan dengan mesin, air conditioner (AC) benar-benar berfungsi, jendela kaca demikian pula (dapat dibuka), atau seatbelt tersedia atau tidak.

Jika memilih kendaraan umum. Pertimbangkan memilih kereta api. Kereta api cukup nyaman karena areanya yang luas, sehingga jika bayi mulai rewel karena bosan atau lelah, ia bisa diajak mobilisasi dari satu tempat ke tempat lain. Selain itu, guncangannya pun relatif lebih jarang dan sedikit.

Sebaliknya, pesawat terbang boleh digunakan asal bayi berusia dua bulan ke atas. Perbedaan suhu udara dan adanya perbedaan gravitasi dapat menganggu fungsi pendengaran bayi.

Dalam menentukan kendaraan, pilih kendaraan yang fasilitasnya cukup memadai. Misal ada toiletnya, ada restorasi atau dapur jika perjalanannya sangat jauh. Bila perjalannya sekitar 3-5 jam saja, bayi mulai nol tahun pun sudah bisa diajak berpergian dengan menggunakan mobil atau kendaraan roda empat lainnya. (Mila)


Sumber: Tabloid Ibu Anak

Terima Kasih Telah Berkunjung
Judul: Perjalanan Bersama Bayi
DiPosting kembali Oleh Owner

Jika anda merasa artikel ini bermanfaat, silahkan share kepada sahabat anda.
Daftarkan Email anda di pojok kanan bawah jika anda ingin mendapatkan kiriman artikel terbaru secara otmatis ke email anda.

0 comments:

Post a Comment