CARA MEMINIMALKAN NGILU

Gigi sensitif pastinya bisa menghambat kenikmatan yang dirasakan seseorang dalam mengonsumsi sesuatu. Terutama, ketika di bulan puasa seperti ini, konsumsi minuman dingin saat berbuka misalnya.

wanita ini klaim hampir sembuh dari kanker karena makan nanas

Hertfordshire, Inggris, Oleh dokter, umurnya divonis tinggal lima tahun lagi karena kanker agresif yang menggerogoti tubuhnya.

JANGAN TANYA 9 HAL INI SAAT WAWANCARA KERJA

Wawancara kerja merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh para pelamar kerja. Banyak hal yang berpengaruh dalam keberhasilan proses ini

50 PERSEN RESEP OBAT YANG DIBERIKAN DOKTER TIDAK RASIONAL

Sebagai orang awam, pasien lebih sering pasrah saat harus menebus resep obat yang tak jarang harganya selangit. Padahal selain harganya menguras kantong, ada kalanya obat-obat yang diresepkan oleh dokter tidak benar-benar tepat.

KETIKA KARANG GIGI TIDAK KUNJUNG DIBERSIHKAN

Merawat dan membersihkan gigi secara rutin memang merupakan hal yang sangat penting, namun masih sering disepelekan. Salah satunya adalah membersihkan karang gigi. Karang gigi yang tak rutin dibersihkan selain membuat penampilan gigi menjadi tak indah, juga bisa menimbulkan masalah lainnya.

Tuesday, August 11, 2015

Hai Ibu Hamil, Kenali Perbedaan Kontraksi Normal dan Perangsang Persalinan

Jakarta, Saat santai, pernahkah tiba-tiba Anda mengalami kontraksi? Bisa saja, namun perlu Anda ketahui perbedaan dari kontraksi normal dan kontraksi pemicu persalinan.

Disampaikan oleh dokter spesialis kebidanan dan kandungan RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr Hari Nugroho, SpOG, bahwa sebenarnya kontraksi rahim memang sering terjadi pada ibu hamil. Bahkan ketika tidak melakukan apa-apa.

"Tapi perlu dibedakan kontraksi yang normal dan kontraksi yang berbahaya alias yang merangsang terjadinya persalinan prematur," ujar dr Hari kepadadetikHealth, seperti ditulis pada Sabtu (8/8/2015).

Menurutnya, pada kontraksi normal umumnya ibu hamil tidak merasakan nyeri, hanya merasa perutnya mengeras dan tidak lama. Lain halnya dengan kontraksi yang berbahaya.

Selain merasa perutnya keras, sang ibu biasanya juga akan merasakan nyeri yang makin lama makin hebat, kontraksi yang makin lama dan akhirnya disertai keluarnya lendir campur darah dari kemaluan.

"Untuk kontraksi yang mengakibatkan persalinan prematur seringkali disebabkan oleh kondisi ibu yang stres, infeksi, kelainan pada leher rahim (cervix), bayi kembar, cairan ketuban yang banyak, hingga perdarahan plasenta," tutur dokter pemilik akun Twitter @drharinugroho ini.

Sementara itu, dr Tirsa Verani, SpOG dari Brawijaya Women and Children Hospital menjelaskan ada beberapa sebab mengapa ibu hamil tak kontraksi meski kehamilan sudah di atas 36 pekan. Salah satunya adalah kepala janin yang belum masuk ke area panggul.

"Kontraksi itu kan terjadi karena ada tekanan, jadi artinya kepala bayi sudah mulai turun. Kalau kepala bayi belum masuk ke panggul tentu nggak akan mulas, karena nggak ada yang nekan," kata dr Tirsa.

Sebab lain kontraksi tak terjadi adalah ukuran bayi yang terlalu besar sehingga menyulitkan kepala bayi masuk ke panggul, atau kepala bayi yang tak berada di bawah. Kontraksi bisa juga tak muncul karena letak kepala bayi yang menengadah sehingga sulit masuk ke area panggul.

Jika memang dirasa usia kehamilan sudah cukup namun tak juga kontraksi, dr Tirsa menyarankan bumil untuk menghubungi dokter. Dokter akan mencari penyebabnya dan menentukan langkah apa yang harus dilakukan.
(ajg/up)

sumber: health.detik.com

Thursday, August 6, 2015

Kenali, Berbagai Faktor Risiko Kanker Paru-paru

Jakarta, Merokok menjadi salah satu fakor risiko kanker paru-paru. Selain itu, ada faktor lain yang tidak bisa dikesampingkan.

"Kebiasaan merokok berhubungan dengan sekitar 70% kematian akibat kanker paru," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Kemenkes RI, Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP (K), MARS, DTM&H, DTCE.

Dalam keterangannya kepada wartawan dan ditulis pada Sabtu (1/8/2015), Prof Tjandra menyebutkan bahan lain yang juga faktor risiko kanker paru adalah radon, asbestos, arsenik, berilium dan uranium, serta riwayat radiasi. Mempunyai penyakit paru lain  seperti emfisema, bronkitis kronik, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dan TB juga meningkatkan risiko terkena kanker paru.

"Riwayat keluarga yang juga menderita kanker paru, serta pernah mengalami kanker di alat tubuh lain juga menjadi faktor risiko.  Kemudian, risiko mendapat kanker paru meningkat dengan pertambahan usia, dan laki-laki lebih sering dari perempuan," lanjut Prof Tjandra.

Untuk gejala kanker paru di antaranya perubahan jenis dahak, nyeri dada atau punggung, batuk darah, dan sulit menelan. Kanker paru adalah salah satu kanker terbanyak di dunia dengan tingkat kematian lebih banyak daripada gabungan kematian akibat kanker payudara, kolon dan prostat.


Satu dari lima kematian akibat kanker di dunia terjadi akibat kanker paru, dan setiap tahun ada lebih dari 1,8 juta kasus kanker paru baru di dunia. Sementara itu, dikatakan Prof Tjandra, estimasi WHO tentang 10 penyebab kematian di dunia tahun 2015 menunjukkan bahwa kanker paru, trakea dan bronkus merupakan penyebab kematian ke-7 di dunia.

"Tanggal 1 Agustus ini diperingati sebagai World Lung Cancer Day. Maka dari itu, menghindari faktor risiko dan melakukan deteksi dini akan amat berperan untuk keberhasilan pengobatan," ucap Prof Tjandra yang juga Guru Besar Pulmonologi & Ilmu Kedokteran Respirasi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) ini.

sumber: health.detik.com

Kelak Kanker Pankreas Bisa Terdeteksi Sejak Dini Hanya dengan Tes Urine

London, Di sejumlah negara seperti Inggris, kanker pankreas merupakan kanker yang paling mematikan. Namun untuk menurunkan kefatalan penyakitnya, tes khusus untuk menentukan risiko kanker pankreas sendiri masih belum ditemukan.
 
Kanker pankreas tergolong paling mematikan karena hanya 3 persen pasien yang bisa bertahan hidup hingga lima tahun. Padahal peluang hidup pasien kanker payudara mencapai 87 persen dan 98 persen untuk kanker testis.
 
Persoalannya, kanker pankreas hanya memperlihatkan sedikit gejala di stadium awal. Jadi baru bisa terdeteksi bila stadiumnya sudah lebih tinggi. Kalaupun muncul gejala di awal seperti nyeri punggung, tubuh menguning, dan penurunan berat badan, hal ini seringkali dikira penyakit yang lebih umum seperti gangguan pencernaan.


Hingga akhirnya beberapa waktu lalu tim peneliti dari Queen Mary, University of London berhasil mengidentifikasi tiga protein khusus dalam urine yang ternyata dapat memberikan 'tanda peringatan dini' akan adanya kanker pankreas.

Protein ini ditemukan setelah peneliti mengamati 500-an sampel urine. 200 sampel di antaranya milik pasien kanker pankreas, 92 sampel dari orang-orang dengan pankreatitis kronis atau radang pankreas, dan 87 sampel milik partisipan yang tidak mengidap penyakit apapun. Sisanya adalah sampel urine dari pasien kanker hati jinak maupun ganas, serta gangguan pada kantung empedu.

Total ada 1.500-an protein yang ditemukan dalam sampel-sampel ini. Namun tiga di antaranya, masing-masing diberi nama LYVE-1, REG1A, dan TFF1 tampak lebih banyak ditemukan pada pasien kanker pankreas. Hal ini diperkuat dengan fakta bahwa pada pasien radang pankreas, kadar ketiga protein tampak lebih rendah dibandingkan pasien kanker pankreas sendiri.

Ini artinya, hanya dengan memanfaatkan keberadaan ketiga protein itu, peneliti dapat membedakan mana kanker dan mana radang pankreas kronis, yang biasanya sulit sekali dibedakan.

"Ini adalah panel biomarker dengan spesifikasi dan kepekaan yang tinggi, dan harapannya dari sini kami bisa menciptakan tes urine yang sederhana serta terjangkau dan digunakan untuk tujuan klinis dalam lima tahun ke depan," tekad ketua tim peneliti, Dr Tatjana Crnogorac-Jurcevic seperti dikutip dari BBC, Kamis (6/8/2015).

Jika tumor pada pankreas dapat ditemukan pada tahapan yang sangat dini, maka pengobatannya akan lebih mudah, begitu juga dengan peluang kesembuhannya yang semakin besar. Peneliti memprediksi deteksi dini pada pasien kanker pankreas dapat meningkatkan peluang hidup mereka dari yang semula hanya 3 persen menjadi 60 persen.
 
 
Penyebab kanker pankreas sendiri belum diketahui sampai detik ini. Namun pakar mengingatkan risikonya bisa lebih tinggi pada orang-orang dengan riwayat keluarga pernah mengidap kanker pankreas, perokok berat, obesitas dan orang berumur di atas 50 tahun yang baru saja terkena diabetes.(lll/up)

sumber: health.detik.com

Wednesday, July 1, 2015

Cara-cara Meminimalkan Ngilu Saat Sahur dan Berbuka Akibat Gigi Sensitif

Jakarta, Gigi sensitif pastinya bisa menghambat kenikmatan yang dirasakan seseorang dalam mengonsumsi sesuatu. Terutama, ketika di bulan puasa seperti ini, konsumsi minuman dingin saat berbuka misalnya, sudah bisa membuat gigi terasa ngilu.

Mark S. Wolff, DDS, PhD, profesor ketua Department of Cariology and Comprehensive Care di New York University College of Dentistry, menuturkan minuman favorit seperti teh yang kerap menjadi minuman utama saat berbuka bisa menimbulkan ngilu pada gigi.

"Selain teh, makanan dengan tingkat asam yang tinggi seperti soda, kopi, jus, atau anggur bisa memperburuk erosi enamel gigi hingga menimbulkan rasa ngilu dan tidak nyaman. Jika Anda ingin mengonsumsi minuman berkarbonasi, tidak masalah tapi perhatikan apakah minuman itu mengandung asam sitrat atau tidak," tutur Wolff seperti dikutip dari Web MD.

Wolff mengatakan, pada dasarnya gigi sensitif bisa terjadi akibat adanya gangguan pada satu atau lebih struktur akar gigi. Normalnya, struktur akar gigi ditutupi jaringan gusi. Namun, kenyataannya akar gigi tidak ditutupi jaringan gusi sehingga akan terekspos bagian dentin yang berisi jutaan tubulus kecil yang masing-masing terhubung ke saraf gigi.



"Ketika dentin tidak terlindungi jaringan gusi atau akibat adanya pengikisan enamel, masalah pun timbul salah satunya gigi menjadi lebih sensitif ketika kontak dengan sesuatu yang terlalu panas, dingin, keras, atau bahkan lembut," imbuh Wolff.

Di bulan Ramadan seperti saat ini, Jehezkiel Mertua selaku expert marketing GSK Oral Care memberikan beberapa tips untuk mencegah rasa ngilu pada gigi, terutama saat berbuka puasa. Sebaiknya, kurangi makanan atau minuman yang mengandung soda, cuka, atau lemon selama bulan Ramadan.

Kemudian, perbanyak konsumsi sayur dan buah yang kaya akan kandungan air sehingga bisa membantu meningkatkan produksi air liur saat berpuasa. Tak lupa, lanjut Jehezkiel, saat menyikat gigi, lakukan secara lembut dari arah gusi ke gigi dan kombinasikan dengan gerakan memutar.

"Usahakanlah menggosok gigi sehabis makan sahur dan sebelum tidur malam dengan sikat gigi berbulu lembut dan halus serta pasta gigi khusus untuk gigi sensitif dan mengurangi ngilu. Setelah itu, sempurnakan dengan penggunaan mouthwash khusus untuk gigi sensitif," tutur Jehezkiel dalam keterangan tertulisnya kepada detikHealth dan ditulis pada Rabu (1/7/2015).(rdn/up)
sumber: health.detik.com

sumber: health.detik.com perawatan tubuh

Wednesday, April 15, 2015

Seorang Petani di Tiongkok Temukan Mesin untuk Hilangkan Batu Ginjal

Jiangxi, Tiongkok, Frustrasi karena istri mengidap batu ginjal, pria ini memutar otaknya. Meskipun hanya berprofesi sebagai seorang petani dan tidak berlatar belakang pendidikan teknik, pria ini berhasil menciptakan sebuah alat sederhana untuk meringankan beban sang istri.

Namanya Zhu Qinghua. Di tahun 1993, ginjal bagian kiri milik istrinya harus diangkat karena mengalami kegagalan fungsi. Akan tetapi beberapa tahun kemudian dokter menemukan bebatuan di ginjal kanan sang istri.

Padahal bagi pasien wanita yang hanya memiliki satu ginjal, operasi dikatakan terlalu berisiko. Satu-satunya saran dari dokter adalah istri Qinghua diminta untuk berdiri dengan posisi terbalik atau kaki di atas. Konon bila pasien batu ginjal dapat berdiri dengan posisi terbalik selama beberapa waktu, batu ginjal yang ada di tubuhnya akan larut dengan sendirinya.


Qinghua merasa istrinya tak mungkin mampu melakukan hal itu. Namun kemudian muncul ide cemerlang di otaknya. Ia pun menciptakan sebuah mesin yang dapat membantu belahan jiwanya agar bisa berdiri terbalik tanpa perlu bersusah payah.

Mesinnya berbentuk serupa ranjang atau tandu. Ranjang ini kemudian dilengkapi semacam tali-tali besar yang cukup lentur untuk mengikatkan tubuh pasien ke ranjang, atau menahan tubuh mereka saat diberdirikan dalam posisi terbalik. Qinghua lantas melengkapi ranjang buatannya dengan mesin traktor agar dapat bergetar.

Cara kerjanya, pasien ditidurkan di atas ranjang. Kemudian kedua untai tali yang berfungsi sebagai semacam sabuk itu dikalungkan ke kedua bahu pasien. Tubuh pasien juga diikatkan ke ranjang dengan tali-tali lain yang telah menempel pada ranjang. Setelah itu tubuh pasien diberdirikan namun dalam posisi terbalik. Ketika mesin traktornya dinyalakan, tubuh pasien agar bergetar.

Siapa sangka, upaya Qinghua tidak sia-sia, sebab sang istri benar-benar bisa pulih setelah memanfaatkan ranjang khusus buatannya itu. Tak sia-sia rasanya karena untuk membuat mesin itu sendiri, pria berusia 51 tahun itu telah menghabiskan modal hingga 1.000 yuan (sekitar Rp 2,1 juta). Oleh Qinghua, mesin itu pun ia beri nama 'stone removing bed'

Bahkan setelah istrinya dinyatakan sembuh, mesin sederhana bikinan pria asal Provinsi Jiangxi, Tiongkok ini mendapat pengakuan dari banyak pihak. Dan tahun lalu, ia berhasil mengantongi hak paten untuk mesinnya tersebut. Setelah mengantongi paten, Qianghua sempat memodifikasi mesin ciptaannya itu agar getaran yang dibuatnya semakin keras. Dengan begitu proses pengobatan menjadi semakin cepat.

"Saya berharap mesin ini dapat diproduksi secara massal sehingga bisa membantu lebih banyak penderita batu ginjal," harapnya seperti dikutip dari Asia One, Selasa (14/4/2015).

Sumber: Health.detik.com

Tuesday, April 14, 2015

Wanita Ini Klaim Hampir Sembuh dari Kanker Setelah Rajin Makan Nanas

Hertfordshire, Inggris, Oleh dokter, umurnya divonis tinggal lima tahun lagi karena kanker agresif yang menggerogoti tubuhnya. Namun ia justru menolak dioperasi, apalagi kemoterapi. Siapa sangka, ia bisa sembuh hanya dengan makan nanas.

Di tahun 2011 lalu Candice-Marie Fox menemukan sebuah benjolan di atas tulang selangkanya, dan dari hasil pemeriksaan dengan ultrasound, dokter menemukan 20 tumor di tiroidnya.

Bila tidak segera dioperasi, dikhawatirkan suara Candice akan hilang dan ia bisa saja meninggal dunia hanya dalam waktu satu tahun. Ia pun terpaksa mengiyakan permintaan dokter untuk operasi, termasuk pengobatan radioaktif untuk membersihkan tumor yang tersisa pasca operasi.

Namun bukannya sembuh, dua bulan kemudian wanita asal Houghton Regis, Hertfordshire itu malah dikabari kalau kankernya telah menyebar ke liver dan bagian belakang lehernya, termasuk pra-kanker di paru-parunya. Dokter bahkan memvonis umur mantan model itu hanya tinggal lima tahun lagi.

Mengetahui hal ini, dokter lantas merekomendasikan agar Candice kembali ke rumah sakit enam bulan lagi untuk kemoterapi, tapi kali ini ia menolak. Ia beralasan orang-orang terdekatnya justru banyak yang meninggal sia-sia karena prosedur tersebut.

"Sahabat dan sepupu saya meninggal karena kemoterapi, dan saya tak mungkin mau melakukannya. Lalu saya bertekad untuk sembuh, dan mulai mengonsumsi buah-buahan, bahkan hanya makan buah saja selama berhari-hari tanpa diselingi bahan makanan lain," tandas Candice.

Dalam sehari, ia mengonsumsi nanas sebanyak tiga kali, serta mengkombinasikannya dengan jeruk, lemon, apel, kiwi dan pisang dalam jumlah besar. Buah-buahan tersebut dikenal mengandung banyak protein bernama bromelain yang terbukti dapat membasmi, bahkan 'memakan' tumor.

Bahkan ia juga menghindari berbagai 'racun' dalam hidupnya, di antaranya alkohol dan daging. "Saya berhenti memakai produk kosmetik yang sarat bahan kimia, berhenti merokok, dan mulai aktif di kelas yoga. Sebab stres bahan kimia dan produk hewani merupakan 'makanan utama' kanker, jadi saya harus menghindarinya," terangnya seperti dikutip dari Metro.co.uk, Jumat (3/4/2015).

Uniknya, Candice juga menceraikan suami yang baru ia nikahi dua tahun lalu. Ia mengaku suaminya tak suportif pada perjuangannya untuk sembuh dari kanker. Daripada menambah beban, ia memutuskan untuk berpisah darinya.


Hal mengejutkan kemudian terjadi enam bulan kemudian. Dari hasil pemeriksaan, kankernya telah berkurang dari yang awalnya 13 nanogram per mililiter hingga tinggal 0,7 nanogram per mililiter. Itu artinya Candice dinyatakan hampir sembuh, dan kanker di tubuhnya nyaris hilang.

"Kini tak ada lagi tumor yang tersisa di tubuh saya, dan saya sangat bersyukur karena hal ini," tutupnya

Belum ada penelitian pasti bahwa nanas bisa mengobati kanker payudara. Hanya saja dokter selalu mewanti-wanti agar pasien kanker tidak 'shopping' pengobatan alternatif. Sebab kerap kali begitu didiagnosis kanker, pasien menghilang. Mereka umumnya mencoba aneka pengobatan tanpa sama sekali melibatkan pengobatan medis. Ketika kondisi bertambah parah, mereka baru kembali ke pengobatan medis. Sehingga sering penanganan sudah terlambat. Padahal kanker lebih mudah ditangani jika masih awal diketahui. Karena itu deteksi dini kanker sangat disarankan dilakukan.

dr Walta Gautama SpB(K)Onk, beberapa waktu lalu mengatakan faktor keterlambatan penanganan kanker payudara utamanya karena kurang pengetahuan tentang gejala, deteksi dini, dan terapi kanker payudara. Kemudian, kurangnya akses pelayanan kesehatan yang terjangkau. Dan yang paling sering yaitu takut menjalani terapi kanker sehingga memilih ke pengobatan alternatif yang sedang marak.

"Kalau ada pengobatan alternatif yang lagi booming pasti banyak nih kasus kanker datang-datang sudah stadium 3 dan 4. Masih dini padahal, banyak coba obat ini itu, 6 bulan kemudian banyak yang datang sudah stadium 3 dan 4. Datang sudah besar benjolannya, sudah ada luka," kata dr Walta

Sumber : Health.detik.com

Wednesday, March 25, 2015

Jangan Tanyakan 9 Hal Ini Saat Wawancara Kerja

Wawancara kerja merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh para pelamar kerja. Banyak hal yang berpengaruh dalam keberhasilan proses ini, mulai dari sikap dan bahasa tubuh, penampilan, hingga cara Anda menyampaikan pendapat.
Namun perlu diingat apa yang Anda katakan dan lakukan selama wawancara dapat berpengaruh pada Anda untuk diterima atau bahkan ditolak. Berikut beberapa poin pembicaraan yang perlu Anda hindari saat melakukan wawancara kerja.
"Saya meninggalkan pekerjaan saya saat ini karena Bos saya sangat mengerikan"
Bahkan jika memang benar Bos Anda dulu sangat jahat, tahan dirilah untuk tidak membicarakan keburukan bos, perusahaan, bahkan rekan kerja Anda sebelumnya. Pewawancara mungkin sebelumnya bekerja untuk perusahaan yang sama atau menjadi rekan bos Anda dulu. "Selain itu, sikap negatif tidak akan menimbulkan pencitraan positif bagi Anda untuk perekrutan kerja apapun. Bahkan jika Anda pernah bekerja dengan bos terburuk di seluruh dunia sekalipun, mengatakan demikian dalam sebuah wawancara sangat tidak elok," kata Julie Lacouture, CEO dan pemilik Mom Corps Los Angeles, perusahaan yang membantu perekrutan karyawan.
Kalaupun ada pertanyaan yang "menyerempet" tentang bos Anda sebelumnya, tampilkan yang terbaik untuk menjawab secara positif. "Jadi apabila diminta menggambarkan bos Anda dulu pilihlah kalimat yang positif seperti 'Kami memiliki gaya yang berbeda, akan tetapi saya selalu memberinya informasi sebanyak yang saya bisa karena saya tahu bos saya sangat detil orangnya'," katanya.
"Saya akan mengungkapkan kelemahan saya diawal, bahwa saya tidak pandai…."
Meskipun Anda juga tidak harus mengatakan bahwa Anda hebat dalam segala hal, mengakui cacat tanpa diminta adalah ide yang buruk. "Berbicara tentang kelemahan yang tidak penting, menunjukkan bagaimana Anda tidak berusaha mengatasi kelemahan itu," saran Cheryl Palmer, seorang pelatih karir bersertifikat yang mengelola sebuah situs karir.
"Berapa banyak saya akan mendapatkan waktu libur"
Bukan rahasia lagi bahwa fasilitas perusahaan merupakan bagian yang menarik bagi pelamar kerja yang mendapatkan pekerjaan barunya. Paul Cameron, presiden dan perekrut senior teknologi di Drive Staff Inc. menyarankan pada pelamar kerja untuk berhati-hati dalan menanyakan "Berapa banyak saya akan mendapatkan waktu libur?" terutama dalam wawancara pertama. Ia menyatakan seyogyanya pelamar kerja lebih memfokuskan diri pada "Apa yang bisa saya lakukan untuk perusahaan ini", bukan "Apa yang dapat perusahaan lakukan untuk saya".
Tunggulah sampai perusahaan mulai membuka pembicaraan mengenai gaji Anda, saat inilah Anda dapat menanyakan berapa bonus yang akan Anda dapatkan, waktu liburan, penggantian biaya kuliah, dan hal lainnya. "Ini akan menunjukkan hal ini penting bagi Anda dan akan membuka pintu negosiasi tentang kesepakatan ini," kata Cameron.
"Saya suka kacamata Anda"
Anda mungkin berpikir bahwa memuji pewawancara Anda akan membuka komunikasi dan Anda akan mendapatkan skor yang tinggi. "Anda bisa lolos dengan ini jika Anda telah membentuk hubungan yang baik dengan pewawancara," kata Palmer. Di sisi lain, pernyataan ini bisa dilihat sebagai hal yang palsu bahkan nakal.
"Jadi, perusahaan ini sedang melakukan apa?"
"Jika Anda tidak mengetahui apa-apa tentang perusahaan yang Anda lamar, mungkin pewawancara berpikir Anda tidak tertarik bekerja di sana,"kata Palmer. Dia menganjurkan para pencari kerja untuk membuka website perusahaan, siaran pers, dan artikel berita untuk mencari tahu tentang perusahaan dan kendala apa yang tengah dihadapinya sebelum mendatangi wawancara.
"Cobalah untuk menemukan beberapa data perusahaan pada awal wawancara. Anda harus memiliki pertanyaan yang menunjukkan Anda mempunyai minat aktif tentang perusahaan ini," kata Palmer. Selain itu, sebaiknya hindari bertanya tentang hal-hal pribadi dengan pewawancara, misalnya mengenai situs facebook miliknya.
"Saya belum menemukan pekerjaan yang tepat karena kondisi ekonomi sedang buruk"
Semua orang tahu bahwa ekonomi yang lesu membuat pasar kerja menjadi sulit. Namun menyalahkan situasi pada pasar membuat Anda tampak bersikap pasif. "Sebaliknya fokus pada hal yang positif," kata Aldefer, konsultan di Pennsylvania.
Lebih baik mengatakan "Saya sudah memfokuskan diri pada pencarian untuk pekerjaan yang berhubungan dengan keahlian saya pada perusahaan lain."
"Saya orangnya fleksibel tidak memiliki rentang gaji dalam pikiran saya"
Dengan menawarkan ini, Anda mungkin mencoba untuk menunjukkan bagaimana mudah dan menyenangkannya Anda. Tapi perekrut mungkin melihat Anda kurang informasi, lebih buruk lagi perekrut mungkin melihatnya sebagai sebuah kesempatan untuk menawarkan gaji serendah-rendahnya pada Anda. "Sebaliknya, melakukan penelitian terlebih dahulu tentang kisaran gaji yang pas untuk pekerjaan serupa merupakan hal yang tepat untuk bernegosiasi.
"Saya ingin bekerja di sini karena saya butuh pekerjaan"
Jika Anda mencoba tampil to the point saat wawancara, Anda tidak akan berhasil dengan pernyataan seperti ini. "Anda harus menunjukkan minat Anda," kata Bruce Hurwitz, Presiden dan CEO Hurwitz Strategic Staffing, Ltd. Dengan mengatakan seperti ini, sepertinya Anda mencari pekerjaan hanya untuk mendapatkan uang. Tunjukkan pada perekrut bahwa tujuan Anda mencari pekerjaan tidak semata-mata mencari gaji tetapi ingin menjadi bagian perusahaan dan bahwa Anda telah menginvestasikan waktu dan usaha Anda.
"Saya berencana untuk berkeluarga segera setelah mendapatkan pekerjaan"
Sikap Anda yang jujur tentang kehidupan pribadi Anda pada saat awal wawancara kerja mungkin bukan ide yang bagus. Beberapa manajer tidak akan mempekerjaan pelamar yang telah menikah dan mempunyai anak karena dianggap dapat mengganggu jadwal kerja.
Fokuslah pada komitmen Anda untuk pekerjaan dan disiplin dalam menyelesaikan tugas. Berikan contoh-contoh spesifik dari proyek Anda yang telah berhasil diselesaikan dan konstribusi yang Anda buat pada keberhasilan proyek itu.
Sumber: Askmen

Tuesday, March 24, 2015

Ditemukan, Tes Sederhana Diagnosis Awal Kanker Ginjal


 Penyakit kanker biasanya baru diketahui saat gejalanya sudah masuk stadium lanjut. Ini terjadi karena penyakitnya tak bergejala serta pemeriksaan kesehatan yang jarang dilakukan. Kini ada cara baru yang bisa mendeteksi gejala kanker ginjal.

Dalam dunia kedokteran saat ini, cara untuk menemukan kanker ginjal adalah dengan pemeriksaan CT-scan atau MRI. Biaya penggunaan alat diagnostik itu tergolong mahal. 

Ahli anestesi Evan Kharasch memimpin penelitian untuk mencari cara pemeriksaan kanker ginjal secara dini. Deteksi dini sangat penting karena pasien kanker yang didiagnosis sebelum tumornya menyebar memiliki tingkat kelangsungan hidup sebesar 80 persen.

Namun, jika kanker tidak ditemukan sampai akhirnya menyebar, 80 persen pasien meninggal dalam waktu lima tahun. 

Kharasch dan timnya menemukan bahwa tingkat pengukuran dua protein dalam urine memiliki akurasi sampai 95 persen dalam mendeteksi kanker ginjal tahap awal, tanpa adanya hasil positif palsu yang dipicu oleh adanya penyakit ginjal non-kanker. 

Mereka menganalisis contoh urine dari 720 pasien yang dijadwalkan untuk menjalani CT scan perut yang tidak terkait dengan dugaan kanker ginjal, bersama contoh dari 80 orang sehat dan 19 orang yang sebelumnya didiagnosis dengan kanker ginjal. 

Dari contoh tersebut, diuji tingkat protein aquaporin-1 (AQP1) dan periplin-2 (PLIN2) dalam urine. Tidak ada satu pun orang berkategori sehat memiliki peningkatan pada AQP1 dan PLIN2, tetapi para pasien kanker ginjal mengalaminya pada kedua protein tersebut.

Tiga dari 720 pasien yang menjalani CT scan perut juga menunjukkan peningkatan kadar kedua protein. Dua orang lainnya pun kemudian didiagnosis dengan kanker ginjal, dan tiga orang meninggal karena sebab lain yang muncul. Penelitian ini dipublikasikan pada 19 Maret dalam jurnal JAMA Oncology.

Meski disambut baik, tapi para ahli menyarankan agar penelitian ini dilakukan pada lebih banyak pasien dari populasi yang berbeda, baik secara geografis atau ras. 

"Jika dikonfirmasi dalam percobaan yang lebih besar, kemajuan hasilnya akan meningkatkan diagnosis kanker melalui cara yang mudah dilakukan dan sampel urine selalu tersedia," kata Maria Devita, direktur Nefrologi di Lenox Hill Hospital New York City. (Purwandini Sakti Pratiwi)

‎Sumber: health.kompas.com

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...