Mitos Seputar ASI

Sudah diketahui bersama air susu ibu (ASI) adalah makanan yang paling sehat untuk bayi. Namun karena beberapa alasan ada ibu yang enggan memberikan ASI kepada bayinya. Terkait ASI memang ada mitos dan faktanya yang perlu Anda ketahui..

Hindari 7 Aktivitas Ini Selama Kehamilan

Kehamilan adalah saat-saat yang paling berharga dan ditunggu-tunggu oleh pasangan suami istri. Untuk menjaga agar kehamilan tetap sehat dan bayi dalam kandungan dapat berkembang dengan baik, ibu hamil harus menghindari beberapa aktivitas yang membahayakan janin..

Resep Untuk Anak: Nasi Tim Daging

Nasi tim yang satu ini isinya lengkap, ada daging dan sayuran. Nasi yang gurih sedikit manis ini enak dimakan hangat dengan kaldu. Potonglah sayuran kecil-kecil agar si kecil mudah mengunyahnya.

Google Street View di Indonesia

Berkelana dengan memanfaatkan layanan pemetaan Google kini lebih mudah. Tak hanya bisa mencari melalui Google Maps via satelit, pengguna di Indonesia sudah bisa pakai Google Street View. Asyik! .

5 Hal yang wajib diperhatikan sebelum mempekerjakan Babysitter

Tidak sedikit orangtua yang membutuhkan jasa pengasuh karena mengurus anak bukanlah sesuatu yang mudah, terutama jika si kecil masih bayi atau balita. Terlebih lagi bila Anda sibuk bekerja. Namun, Anda perlu mempertimbangkan banyak faktor sebelum menerima seorang babysitter atau nanny demi kenyamanan Anda dan keluarga.

Wednesday, April 3, 2013

Benarkah Sering-sering Periksa USG Kehamilan Bisa Bahaya?

Jakarta, Untuk mengetahui hamil tidaknya seseorang secara akurat, metode ultrasonografi dijamin memberikan jawaban yang valid. Seperti namanya, metode ini menggunakan gelombang yang dipancarkan ke dalam rahim ibu. Beberapa orang menganggap cara ini berbahaya jika terlalu sering digunakan.

"USG gunanya untuk mengetahui hamilnya di dalam atau di luar rahim, mengetahui kandungannya tunggal atau kembar dan mengetahui kelainan awal pada bayi, apakah terjadi hamil hampa atau hamil anggur," terang dr Frizar Irmansyah, SpOG, dokter kandungan dari RS Pusat Pertamina seperti ditulis pada Rabu (3/4/2013).

dr Frizar menjelaskan bahwa USG ini perlu dilakukan pada 3 bulan pertama kehamilan. Untuk selanjutnya, metode USG berguna untuk mengetahui bagaimana perkembangan bayi di dalam kandungan dan plasentanya, bahkan juga bisa untuk memperkirakan jenis kelamin bayi.

Pada usia kehamilan 18-23 minggu, kelainan struktural janin sudah bisa terdeteksi dengan menggunakan USG. Ketika usia kehamilan 30 - 34 minggu, kelainan posisi dan pertumbuhan janin sudah dapat diketahui. Kondisi plasenta, tali pusat dan kecukupan air ketubannya juga dapat diketahui.

Hasil pemeriksaan akan diberikan kepada ibu hamil dalam bentuk foto, mirip seperti hasil pemeriksaan rontgen. Bedanya, metode rontgen menggunakan sinar X yang menghasilkan radiasi, sedangkan USG menggunakan metode suara dengan frekuensi 20.000 Hertz yang lebih aman. 

Metode USG memiliki beberapa berbagai macam tipe, yaitu 2D, 3D dan 4D. Secara umum ketiga jenis USG ini memiliki tujuan yang sama, hanya saja semakin besar dimensinya, maka gambar yang muncul akan semakin detail terlihat. Dr Frizar menerangkan perbedaan detailnya adalah sebagai berikut:

- USG 2D menghasilkan gambaran foto biasa yang nampak dari 1 sisi, yaitu dari sisi panjang, lebarnya dan sisi samping.
- USG 3D menghasilkan gambaran foto dengan ketebalan seperti nonton film 3D, jadi seperti aslinya.
- USG 4D menghasilkan gambaran yang bisa bergerak real time, jadi terlihat seperti menonton film.

Menepis kekhawatiran mengenai dampak negatifnya jika sering digunakan, dr Frizar mengatakan bahwa USG aman digunakan. Metode ini hanya menggunakan gelombang suara jadi tidak melepaskan radiasi yang bisa merusak seperti pada prosedur sinar X.

"Minimal 3 kali. Sekali pada trimester pertama, trimester kedua dan ketiga. Tidak akan menimbulkan dampak apa-apa karena ini bukan x-ray, paling-paling siapkan dompetnya saja," pungkas dr Frizar.(pah/vta)
 
sumber: helath.detik.com

Tuesday, March 26, 2013

Bunda, Jangan Beri Bayi Anda Makanan Padat Sebelum Umur 6 Bulan

Jakarta, Makanan padat atau makanan pendamping ASI sebaiknya jangan diberikan sebelum bayi berumur 6 bulan. Jika makanan padat diberikan terlalu dini bisa memicu obesitas maupun menyebabkan alergi.

"Makanan padat bisa jadi rendah nutrisi baiknya dan tinggi kalori. Hal ini bisa menyebabkan obesitas pada bayi, alergi atau eksim, dan itu terkait dengan diabetes," terang Dr Deb Lonzer, seorang dokter anak dari Cleveland Clinic, Ohio, Amerika Serikat, seperti dikutip dari Fox News, Selasa (26/3/2013).

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menemukan ada bayi yang diberi makanan padat di usia 4 bulan. Bahkan ada yang telah mendapat makanan padat saat masih berusia 4 minggu.

Dalam penelitiannya, CDC menginterview 1.300 ibu, di mana 40 persen di antaranya telah mengenalkan makanan padat sebelum bayi berusia 4 bulan. Alasan ibu memberikan makanan padat itu beraneka macam. Ada yang menyebut bayinya sudah cukup umur untuk makan makanan padat, karena bayi terlihat lapar, dan karena ingin bayinya mendapat makanan tambahan selain ASI ataupun susu formula.

"Mereka mendapatkan informasi dari berbagai sumber seperti teman, kerabat, internet, dan itu semua membuat mereka tidak benar-benar yakin dengan apa yang telah dilakukannya," ucap Dr Lonzer.

Bahkan masih ada ibu yang percaya bayinya akan tidur lebih nyenyak dan akan lebih bahagia jika mendapat asupan makanan padat. Terkait kasus ini Akademi Dokter Anak Amerika (AAP) kembali mengingatkan bahwa pemberian makanan padat sebelum bayi berusia 6 bulan dapat meningkatkan berbagai risiko sakit kronis. Hal ini bisa memangkas manfaat pemberian ASI pada bayi.

Dr Lonzer mengingatkan jika bayi terlihat tidak puas dengan ASI yang telah diminumnya, para ibu jangan buru-buru memberinya makanan padat. Hal yang harus dilakukan adalah berkonsultasi dengan dokter anak terlebih dahulu.

"Jika bayi di bawah 6 bulan sudah minum banyak ASI atau susu formula tapi seperti masih lapar atau jadi rewel sepanjang waktu, itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan pemberian makanan," terang Dr Lonzer.

Nah, Bunda jika bayi Anda rewel jangan buru-buru 'mencekokinya' dengan makanan padat. Mungkin hal itu karena tingkah laku atau berkaitan dengan masalah medis.(vit/mer)

Monday, March 11, 2013

Hai Wanita, Bila Punya Gejala Ini Artinya Anda Kurang Gizi

Jakarta, Setiap tahunnya, tanggal 8 Maret selalu diperingati wanita sejagat sebagai Hari Perempuan Internasional. Sayangnya, masih ada saja wanita-wanita yang tidak memperhatikan kesehatannya. Banyak gejala gangguan kurang gizi yang diabaikan wanita.

Dibandingkan pria, hidup wanita cenderung lebih teratur. Harapan hidup pun biasanya lebih tinggi. Tapi karena banyak urusan yang harus diselesaikan, baik urusan pekerjaan dan rumah tangga, tidak sedikit wanita yang mengabaikan kondisi tubuhnya sendiri.

Seperti misalnya kurang gizi, banyak wanita tidak menyadari dirinya mengalami kondisi tersebut. Padahal gejalanya bisa terjadi dalam kesehariannya.

Berikut beberapa gejala yang menandakan bahwa wanita kurang gizi, seperti dilansir Boldsky, Sabtu (9/3/2013):

1. Kelelahan
Gejala utama dan paling banyak terjadi pada wanita kurang gizi adalah kelelahan. Wanita yang kurang gizi tidak akan memiliki energi untuk melakukan kegiatan, bahkan untuk makan sekalipun. Ketika otot tidak mendapatkan cukup nutrisi penting seperti kalsium, otot akan menjadi lelah dan akibatnya tubuh kehilangan energi.

2. Tekanan darah rendah
Jika Anda mengalami kurang gizi, tekanan darah akan selalu rendah (hipotensi). Jika Anda tidak makan karbohidrat dan lemak, tubuh akan kekurangan glukosa dalam darah, yang akhirnya berpengaruh pada tekanan darah.

3. Sering pusing
Ketika tekanan darah drop, tubuh akan kehilangan keseimbangan dan kepala akan terasa berputar. Kondisi ini menyebabkan Anda mengalami pusing dan sakit kepala.

4. Anemia
Anemia di kalangan wanita sangatlah umum. Anemia terjadi karena tubuh wanita tidak mendapatkan cukup makanan yang mengandung zat besi. Kondisi ini makin diperparah ketika wanita sedang menstruasi atau setelah melahirkan.

5. Sensitif dan mudah tersinggung
Perubahan hormon di tubuh wanita terjadi begitu mudah. Ketika tubuh wanita tidak mendapatkan cukup nutrisi, keseimbangan hormon pun terpengaruhi. Ini menjadi satu penyebab suasana hati wanita yang tidak baik.

6. Rambut rontok
Rambut dan kulit menjadi sehat bila tubuh Anda juga sehat. Jika Anda tidak mendapatkan cukup makanan yang bergizi, rambut akan menjadi rapuh dan mudah patah. Jika Anda mengalami kerontokan rambut yang tidak normal, bisa jadi itu tanda-tanda Anda mengalami kurang gizi.

7. Menstruasi tidak teratur
Ketika tubuh tidak mendapatkan cukup zat besi dan kalsium, tubuh akan menjadi 'kelaparan'. Dalam kondisi tersebut, tubuh mulai menyimpan nutrisi dan menghentikan darah menstruasi. Kekurangan zat besi adalah salah satu alasan umum untuk ketidakteraturan menstruasi.

8. Berat badan turun
Kurang gizi bukan hanya perkara kekurangan vitamin dan mineral. Ketika Anda mengurangi karbohidrat dan protein, tubuh juga akan menjadi kurang gizi. Pada kasus ini, gejalanya bisa terlihat dengan penurunan berat badan.

9. Gampang sakit
Ketika tubuh kekurangan zat pembangun imunitas seperti vitamin C, zinc dan nutrisi vital lainnya, tubuh akan menjadi gampang sakit. Anda juga perlu curiga ketika penyakit yang Anda derita tak kunjung sembuh.

10. Kulit mudah memar
Kulit yang mudah memar pertanda pembuluh darah kapiler Anda rapuh. Kondisi ini terjadi bila jumlah platelet darah berkurang. Ini berarti Anda membutuhkan vitamin K dan folat dalam jumlah banyak.(mer/vit)
 
sumber: health.detik.com

Unik! Ada Jejak Wajah Bayi di Perut Ibu Hamil Ini

Skotlandia,, Bila diperhatikan ini tampak seperti film alien, di mana ada alien pembunuh menyembul keluar dari perut astronot yang diresapi telurnya. Namun ini adalah kisah nyala, ketika wajah janin menempel di perut ibunya dan membentuk jejak. Unik!

Karen McMartin dan suaminya, David, tidak percaya ketika melihat ada jejak wajah sempurna tepat di pusar perutnya yang tengah hamil. Tampak seperti janin yang sedang memamerkan wajahnya, Karen berharap wajah bayinya yang belum lahir itu tampak lucu.

Pasangan asal Kilwinning, North Ayrshire, Skotlandia, terkejut dan sempat tidak percaya melihat peristiwa unik yang terjadi dalam beberapa minggu ini. Dari balik perut Karen tampak ada calon bayi yang sedang menatap mereka.

Bila diperhatikan, gambar mengejutkan ini tampak seperti adegan di film horor fiksi ilmiah yang dibintangi Weaver Sigourney di tahun 1979, di mana alien pembunuh keluar dari perut astronot yang diresapi telurnya.

Tapi jejak wajah di perut Karen tersebut bukanlah alien, melainkan hidung dan mulut janin yang dikandungnya, yang sedang bergerak berganti posisi, seperti dilansir Mirror.co.uk, Senin (11/3/2013).

Saat memasuki usia kehamilan 16 sampai 20 minggu, sebagian besar ibu hamil bisa merasakan gerakan janin yang dikandungannya. Kondisi ini terjadi karena janin di dalam kandungan masih bisa berpindah posisi, karena ruang geraknya masih lapang.

Barulah pada minggu ke-31, gerakan janin mulai berubah. Gerakan janin semakin jarang dan tidak terlalu aktif seperti dulu karena ia kehabisan ruang kosong dalam rahim dan tidak bisa lagi berbalik arah. Tetapi di masa ini ia bisa menggerakkan kepalanya dari satu sisi ke sisi lain.(mer/vta)
 
sumber: health.detik.com

Tuesday, February 19, 2013

5 Cara Mudah Kembali Langsing Setelah Melahirkan

Jakarta, Jangan izinkan tubuh tetap gemuk setelah melahirkan. Kembali langsing setelah melahirkan bisa dilakukan dengan cara mudah. Bagaimana caranya?

Berikut ini cara yang bisa Anda lakukan agar bisa kembali langsing setelah melahirkan, seperti dikutip dari Times of India, Selasa (19/2/2013):

1. Menyusui

Menyusui tidak hanya bagus untuk bayi namun juga bisa membantu ibu untuk menurunkan berat badan. Dokter meyakini menyusui bisa membakar sekitar 500 kalori setiap hari.

2. Minum Banyak Air

Minum setidaknya 10 sampai dengan 12 gelas air setiap hari sangat bagus. Sebab dengan minum air bisa membantu menyegarkan dan melangsingkan tubuh. Jika urine Anda berwarna kuning bisa jadi ini pertanda dehidrasi, jadi segeralah minum air banyak-banyak.

3. Makanan Seimbang

Setelah melahirkan, mungkin Anda tidak bisa buru-buru diet. Namun pastikan bahwa makanan yang Anda konsumsi adalah makanan sehat dan seimbang. Jangan lupakan buah-buahan, sayuran, daging tanpa lemak, ikan dan produk susu rendah lemak. 

4. Olahraga

Ada banyak cara mudah bagi ibu yang baru melahirkan untuk berolahraga. Tidak perlu pergi ke gym, namun Anda bisa berolahraga bersama bayi kecil Anda. Caranya pergilah berjalan-jalan bersama si kecil. Letakkan bayi Anda di kereta bayi atau gendonglah dia, dan pergilah jalan-jalan.

5. Makanlah Hanya Saat Lapar

Meski sedang menyusui, bukan alasan Anda bisa makan semaunya. Jangan tergoda untuk makan banyak gorengan. Meski begitu juga berarti Anda lewatkan waktu makan demi ingin cepat-cepat langsing. Sebaiknya rencanakan makan Anda dan makanlah makanan dengan jumlah kalori yang tidak berlebihan.

Meski berupaya langsing lagi setelah melahirkan namun jangan sampai program menurunkan berat badan ini malah bikin Anda stres. Menjadi langsing kembali akan terasa lebih mudah jika dilakukan sambil bersenang-senang dengan bayi Anda.
(vit/up)
 
Sumber: health.detik.com

Kesalahan Ini Sering Dilakukan Oleh Pasien Ketika Periksa ke Dokter

Jakarta, Semua orang berharap akan segera sembuh dari sakit setelah memeriksakan diri ke dokter dan mendapatkan resep obat. Akan tetapi, kesembuhan seseorang dapat terhambat jika dirinya melakukan kesalahan-kesalahan kecil saat menghadap dokter.

Seperti dilansir Allyou, Selasa (19/2/2013), hindarilah daftar kesalahan yang sering dilakukan oleh pasien ketika memeriksakan diri ke dokter berikut ini agar Anda segera sembuh dari sakit:

1. Hanya diam ketika berkunjung ke dokter
Ketika Anda sedang memeriksakan diri ke dokter karena flu atau batuk, tidak ada salahnya untuk menanyakan kepada dokter tentang risiko terhadap penyakit lain. Anda dapat mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan seputar kesehatan yang selama ini Anda khawatirkan.

Dokter mungkin akan memeriksa apakah ada beberapa gejala penyakit tertentu dan memastikan bahwa Anda tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut.

2. Terlalu membesar-besarkan gejala penyakit
Sebaiknya tentukan sendiri skala rasa sakit untuk mengukur tingkat keparahan gejala yang Anda rasakan. Misalnya menomori gejala dari skala 1 hingga 10, skala 1 jika gejalanya tidak mengganggu dan skala 10 jika gejalanya paling mengganggu.

Katakan hal yang sebenarnya dan jangan membesar-besarkan gejala yang Anda rasakan, hal ini dapat memudahkan dokter dan mempercepat penangangan terhadap penyakit.

3. Selalu meminta dokter untuk membuatkan resep obat pil
Pengobatan terhadap semua penyakit atau masalah kesehatan tidak harus selalu dilakukan dengan minum obat. Misalnya, kebanyakan orang yang mengalami nyeri lutut biasanya akan segera mengambil obat pereda nyeri untuk mengatasinya.

Padahal beberapa kondisi seperti nyeri lutut atau kolesterol tinggi dapat diringankan dengan mengubah gaya hidup terlebih dahulu, seperti menurunkan berat badan, makan makanan sehat dan berolahraga. Anda juga dapat memilih pengobatan lain non-obat seperti terapi medis atau operasi.

4. Lupa mengatakan jika Anda mengonsumsi suplemen sebelum dokter menuliskan resep
Selalu beritahu dokter jika Anda mengambil vitamin atau suplemen tertentu sebelum dokter meresepkan obat untuk Anda. Beberapa jenis suplemen mungkin tidak cocok jika dikonsumsi bersama dengan obat-obatan tertentu.

Sebagai contoh, suplemen bawang putih dapat berinteraksi negatif jika dikonsumsi bersama dengan obat pengencer darah.

5. Bersikeras melakukan tes laboratorium yang tidak perlu
Meskipun dengan tes laboratorium atau screening lebih dapat meyakinkan Anda terhadap hasil diagnosa dokter, tetapi hal tersebut tidak selalu menguntungkan. Dengarkan kata-kata dokter, jika dokter merasa bahwa Anda tidak membutuhkan prosedur uji laboratorium tambahan, jangan bersikeras untuk melakukannya.

6. Menghentikan pengobatan sebelum jumlah yang diresepkan habis
Seseorang terkadang merasa bahwa kondisinya telah membaik sehingga akan menghentikan pengobatan dan tidak menghabiskan jumlah obat yang diresepkan oleh dokter. Padahal, biasanya dokter akan meresepkan antibiotik yang dosisnya harus dihabiskan untuk mencegah agar kuman tidak kebal terhadap obat.

Bahkan, jika Anda menghentikan obat tekanan darah tinggi secara tiba-tiba, dapat menyebabkan denyut jantung tidak teratur dan memicu serangan jantung.
(vit/vit)
 
sumber: healt.detik.com

Minumlah Cukup Air dan Dapatkan 5 Manfaat Sehat Ini

Jakarta, Jangan malas minum air ya, sebab banyak minum bisa memberi Anda berbagai manfaat kesehatan. Minumlah paling sedikit 8 gelas dalam sehari. Air tidak hanya akan membersihkan tubuh Anda dari dalam tetapi juga akan membuat kulit dan rambut lebih sehat.

Dikutip dari Times of India, Selasa (19/2/2013), berikut ini beberapa manfaat sehat yang bisa Anda peroleh dengan minum cukup air:

1. Menghindarkan Anda dari Berat Badan Berlebih

Minum banyak air tidak akan membuat tubuh menjadi gemuk. Justru Anda akan makan dalam jumlah yang lebih sedikit karena air telah memenuhi perut Anda.

2. Membersihkan Tubuh

Langsung minum air putih setelah bangun tidur di pagi hari akan membantu membersihkan usus Anda. Dengan begitu, usus Anda lebih siap mengambil semua nutrisi yang Anda konsumsi sepanjang hari.

3. Membuat Sel-sel Baru

Tubuh Anda membuat sel-sel baru setiap hari dan air yang Anda minum bisa membantu produksi sel-sel baru. Hal ini juga memungkinkan otot-otot Anda untuk tumbuh lebih cepat setelah berolahraga.

4. Meningkatkan Metabolisme

Air bisa meningkatkan metabolisme. Jadi minumlah 2 gelas air di pagi hari sebelum Anda beraktivitas agar metabolisme tubuh berjalan lebih baik.

5. Menyembuhkan Sakit Kepala dan Infeksi

Saat sakit, Anda perlu lebih banyak minun. Sebab air tidak hanya bermanfaat melawan infeksi namun juga membuat Anda cepat sembuh. 

Sakit kepala terkadang diakibatkan karena tubuh kekurangan cairan, nah minum cukup air akan membantu Anda pulih kembali. Karena itu kapan pun Anda merasa tidak enak badan, minumlah satu atau dua gelas air sebelum minum obat.(vit/up)
 
sumber: health.detik.com

Friday, February 8, 2013

Cara Menulis CV Agar Bisa Dipanggil untuk Wawancara Kerja

Jakarta - Agar dipanggil wawancara kerja, Anda harus menyiapkan curriculum vitae (CV) yang membuat pewawancara tertarik untuk membaca dan melihat Anda lebih jauh lagi. Sayangnya, banyak yang masih menganggap remeh surat lamaran kerja tapi berharap 'rezeki' datang kepada mereka. CV adalah langkah awal dan paling penting untuk mendapatkan pekerjaan, oleh karena itu Anda harus memerhatikanny dengan seksama. Berikut ini beberapa tips penting dalam penulisan CV.

1. Informasi yang Benar
Menurut Cherry Zulviyanti Riadi Lukman, chief consultant assessment di Experd Consultant, hendaknya Anda mengisi segala informasi nyata yang benar tanpa direkayasa sedikitpun. Mulai dari data diri, latar belakang pendidikan, pengalaman kerja dan prestasi yang pernah diraih. "Jangan kita paksakan misalnya harusnya umur sudah tidak sesuai dengan batas minimal perusahaan yang dituju tapi malah memaksakan," ujarnya saat dihubungi wolipop, Rabu (06/02/2013).

2. Lengkap & Padat
Cantumkan nama, alamat, status pernikahan, kemampuan-kemampuan, latar belakang pendidikan dan juga informasi-informasi tambahan lainnya yang sekiranya bisa menunjang profil Anda di mata staf personalia atau user. Misalnya pelatihan yang pernah diikuti, kursus atau pengalaman organisasi.

"Yang pasti kita membuat tulisan CV itu singkat padat tapi bisa menjual diri kita. Nggak perlu bertele-tele yang penting bisa eye-catching," tutur wanita lulusan Universitas Padjajaran, Bandung, jurusan Psikologi ini.

3. Mudah Dibaca
Pastikan surat lamaran kerja Anda terorganisir dan mudah dibaca. Font tulisan cukup besar agar HRD nyaman dan jelas membacanya. Setiap paragraf jangan terlalu panjang dan bertele-tele. Pastikan Anda menulis kalimat yang baik dan tidak diulang-ulang.

4. Teliti Sebelum Mengirim
Sebelum mengirimkan CV dan surat lamaran, periksa terlebih dulu resume Anda dan jangan sampai ada yang salah tulis. Jika melamar pekerjaan melalui email atau situs lowongan kerja, Anda juga perlu periksa ulang data-data di dalamnya.

5. Sertakan Informasi Tambahan yang Mendukung
Sertakan pengalaman kerja atau kemampuan yang sesuai dengan bidang pekerjaan. Misalnya Anda pernah mengikuti training jurnalistik jika ingin melamar di perusahaan media, atau seminar manajemen. Bisa juga prestasi yang pernah didapatkan untuk menunjukkan keseriusan dalam melamar kerja.

"Prestasi juga perlu ditulis seperti lomba nyanyi atau tulis saja. Nggak masalah, setidaknya cukup menjual CV itu. Itu hanya sebagai informasi tambahan. Dengan begitu bisa dinilai kejujuran kita. Kejujuran yang utama, keseriusan juga, itu yang dicari, prestasi hanya menjadi info tambahan," papar Cherry.

6. Maksimum Dua Halaman
Buat CV maksimum hanya dua halaman dan itu sudah mencakup semua informasi inti tentang Anda. Hanya profesional atau orang yang sudah pernah memegang jabatan tinggi, memiliki segudang pengalaman yang harus dicantumkan sehingga butuh kertas lebih dari tiga lembar.

7. Subjek Jelas
Jika mengirim surat lamaran lewat email, pastikan subjek yang Anda cantumkan jelas (misalnya: 'CV marketing' atau 'calon reporter'). File attachment juga harus jelas, seperti 'lampiran portfolio' atau 'contoh tulisan'.(hst/kik)
 
sumber: wolipop.detik.com